Personal Data

Foto Saya
aL dhimas
put the word in: uncommon
Lihat profil lengkapku

cerita 365 keba(j)ikan: hari keseratus delapan puluh sembilan

Sabtu, 08 Juli 2017 | Label: | 0 komentar


saya sengaja datang lebih pagi hari ini. banyak pekerjaan yang mesti saya selesaikan hari ini. terbukti selain jeda untuk sholat jumat, saya nyaris terus berada di meja kerja saya.

untunglah saya nggak sampai berada dalam kepenatan. ada saja ulah rekan-rekan kerja untuk membuat saya tertawa dengan candaan mereka. alhasil saya jadi lebih santai mengerjakan pekerjaan saya meski dikejar target. makanya jangan lupa bersyukur kalau punya teman-teman yang humoris. tanpa mereka, keceriaan mungkin nggak akan kamu temui.
 
canda dan tawa itu penting. sebab bahagia selalu dimulai dengan senyuman. ya, hidup memang berat tapi nggak harus tegang menjalaninya.

cerita 365 keba(j)ikan: hari keseratus sembilan puluh

| Label: | 0 komentar


hari ini saya melemburkan diri. ada laporan yang mesti diselesaikan untuk dibawa ke pemeriksa hari senin.

sebenarnya sih ya bisa bawa laporan seadanya untuk di reviu, tapi saya pikir kok kayak kerja setengah hati. memang nantinya pemeriksa akan memberikan sejumlah masukan cuma menurut saya kurang efisien aja. alih-alih terbantu, waktu jadi banyak terbuang untuk memperbaiki kekurangan laporannya.

hidup ini jauh dari kata sempurna, apalagi laporan yang saya buat. namun, saya punya dedikasi yang bisa saya banggakan saat saya menunjukkan laporan saya pada pemeriksa. tentu saja, mereka akan berpikir dua kali saat akan berdebat dengan saya soal isi laporan tersebut setelah melihat apa yang saya tampilkan pada hasil kerja saya.

untuk sebagian orang, berpikir hanya menyusahkan. buat apa susah-susah mikir sementara nantinya juga akan dapat masukan dari orang lain?! ya kalau saya pribadi sih lebih ke bertukar pikirannya. saat kita datang dengan pikiran (dalam bentuk laporan), maka akan ada timbal balik. sebaliknya, hanya akan ada satu arah jika kita hanya menerima. memang sih berpikir itu melelahkan, tapi bukankah sudah kodrat manusia untuk berpikir?!

yuk ah... asah otak kita dengan berpikir hal-hal baik, biar nggak tumpul.

cerita 365 keba(j)ikan: hari keseratus delapan puluh delapan

Kamis, 06 Juli 2017 | Label: | 0 komentar


selepas magrib tadi, saya ngobrol dengan tetangga – kita sebut saja namanya min – seputar renovasi rumahnya. kebetulan saya tertarik dengan tiang-tiang di bagian luar lantai duanya.

awalnya saya pikir tiang tersebut dilapisi partisi atau wallpaper tapi ternyata keramik batu alam. cantik, menurut saya. sementara beliau menyeletuk “kata anak-anak biar kekinian”.

tetangga saya yang satu ini cukup humoris, dan kali ini celetukannya itu cukup menarik buat saya. kekinian. saat ini mungkin sering ya kita dengar jargon tersebut, tapi jujur saja saya masih suka mengerutkan dahi setiap kali mencoba mendefinisikan ‘kekinian’ tersebut.

kalau dengan mencium ketek orang lain maka akan disebut kekinian, maka saya memilih untuk tetap disebut jadul ataupun kudet. nggak lah harus berbuat sebodoh itu hanya untuk mendapat sebutan hits. konsep dasar ‘kekinian’ ini saya pikir mungkin cukup bagus tapi ya mungkin (seperti biasa) eksekusinya suka melenceng. membiasakan menerima sesuatu yang nggak ada faedahnya menurut saya adalah kegagalan. nggak semua, tapi saya cukup yakin ketika berkuda kita butuh setelan lengkap bukan hanya pakaian dalam.
 
saya jadi mikir... kenapa nggak membiasakan diri melakukan hal baik, sekecil apapun?! bukannya keren yang disebut ‘kekinian’ adalah kita yang terus berbuat dan menebar kebaikan?!

cerita 365 keba(j)ikan: hari keseratus delapan puluh tujuh

Rabu, 05 Juli 2017 | Label: | 0 komentar


iseng, malam ini saya membuka salah satu akun media sosial saya dan tanpa sengaja menemukan sebuah postingan berisi (mereka sebut) kebaikan saya. saya cuma tersenyum sambil membaca komentar-komentar lucu di bawah postingannya.

saya sih merasanya – jika dibandingkan dengan orang lain – apalah arti yang saya lakukan. orang lain berbuat kebaikan jauh lebih banyak dan lebih besar dari apa yang saya lakukan. namun seringnya kita nggak menyadari (dalam kasus saya, saya memang cenderung enggan mengingat) kebaikan yang kita buat ternyata bisa sangat berarti buat mereka yang menerimanya.
 
mungkin benar ya kutipan yang bilang kalau sampah seseorang bisa jadi adalah harta bagi yang lain. saya pikir ini cukup nyambung. hehehehe... yang pasti, jangan pernah berhenti berbuat kebaikan hanya karena nggak ada postingan soal kebaikan yang telah kita buat. itu sepenuhnya hak si penerima kebaikan. kewajiban kita adalah terus memintal benang-benang kebaikan. apresiasi bukan urusan kita.

cerita 365 keba(j)ikan: hari keseratus delapan puluh enam

Selasa, 04 Juli 2017 | Label: | 0 komentar


rumah saya rame hari ini. selepas isya, sejumlah tetangga datang bersilaturahmi ke rumah saya. dengan geng anak-anak kecil yang juga ikutan, alhamdulillah rumah jadi rame. senengnya...


sebagai orang baru, pastilah saya mengalami kecanggungan waktu pertama kali bertemu dengan para tetangga. syukurlah, kecanggungan itu sekarang sudah hilang karena saya dikelilingi oleh tetangga-tetangga yang baik. jadinya sekarang ya udah nggak sungkan lagi buat mengakrabkan diri.


beberapa orang mungkin menganggap tetangga itu bukan orang penting, namun buat saya pribadi mereka adalah orang terdekat yang cukup penting. coba deh bayangin kalau kita punya kesulitan, yang paling dekat untuk membantu siapa kalau bukan tetangga?! untuk itulah, hubungan baik dengan tetangga harus dijaga. sebab dari tetangga, kita belajar bagaimana bertoleransi.
 
kue lebaran boleh habis, tapi kekeluargaan dengan tetangga jangan sampai terkikis.